Pages

Showing posts with label Tugas IBD. Show all posts
Showing posts with label Tugas IBD. Show all posts

Thursday, May 10, 2012

Manusia Dan Harapan


Manusia Dan Harapan

A. Pengertian Harapan
            Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan berarti manusia itu mati dalam hidupnya. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing.
            Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar harapan dapat terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya suatu harapan.
            Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi dan yang menyangkut masa depan.

B. Apa Sebab Manusia Mempunyai Harapan ?
            Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir kedunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Ada dua hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain, yaitu dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
Dorongan kodrat
            Kodrat ialah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Dengan kodrat ini , maka manusia mempunyai suatu harapan yang bertujuan untuk kelangsungan masa depan mereka.
Dorongan kebutuhan hidup
            Sudah kodrat pula jika manusia mempunyai berbagai macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pula pada garis besarnya dapat dibedakan atas kebutuhan jasmani dan rohani. Maka untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia harus bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan karena kemampuan manusia yang sangat terbatas , baik kemampuan fisik maupun kemampuan berpikirnya.
            Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

C. Kepercayaan
            Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Dasar dari kepercayaan adalah kebenaran. Ada jenis pengetahuan yang dimiliki seseorang , bukan karena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima dari orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan karena orang lain itu dapat dipercaya.
            Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan artinya diberitahukan oleh Tuhan langusng ataupun tidak langsung kepada manusia. Dalam hal beragama, tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu. Dasarnya ialah keyakinan masing-masing.

D. Berbagai Kepercayaan Dan Usaha Meningkatkannya
            Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan dapat dibedakan atas :
1. Kepercayaan pada diri sendiri
à Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanamkan pada setiap pribadi manusia. Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa. Percaya pada diri sendiri berarti menganggap dirinya tidak salah.
2. Kepercayaan kepada orang lain
à Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang tua atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya terhadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati atau terhadap kebenarannya.
3. Kepercayaan kepada pemerintah
à Berdasarkan pandangan teokratis menurut etika, filsafat tingkah laku karya Prof.Ir.Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia dengan kata lain Tuhan lah pemilik kedaulatan sejati. Jelaslah bagi kita kalau manusia sebagai warga negara percaya kepada negara/ pemerintah.
4. Kepercayaan kepada Tuhan
à Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran.Oleh karena itu jika manusia berusaha agar mendapat pertolongan dari padaNya, manusia harus percaya kepada Tuhan, sebab Tuhanlah yang selalu menyertai manusia.
            Berbagai usaha dilakukan manusia untuk menungkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha itu antara lain :
1) . Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah
2) . Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat
3) . Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan dan sebagainya.
4) . Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan
5) . Menekan perasaan negatif seperti iri, dengki , fitnah dan sebagainya.

Manusia Dan Kegelisahan


Manusia Dan Kegelisahan

A. Pengertian Kegelisahan
           Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tenteram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
            Kegelisahan seseorang dapat diketahui melalui gerak-gerik orang tersebut dalam situasi tertentu. Tanda-tanda orang sedang gelisah biasanya jalan mondar-mandir sambil menundukkan kepala, dll.
            Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan, kekawatiran ataupun ketakutan. Bahkan dapat membuat orang menjadi frustasi. Dapat dikatakan orang menjadi frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.
            Sigmund Freud seorang ahli psikoanalisa berpendapat bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia, yaitu :
(a). Kecemasan Obyektif à Suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar.
(b). Kecemasan Neurotis(syaraf) à Kecemasan yang timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah.
(c). Kecemasan Moril à Kecemasan yang disebabkan karena pribadi seseorang.

B. Sebab-Sebab Orang Gelisah
            Sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam.

C. Usaha- Usaha Mengatasi Kegelisahan
            Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi. Untuk mengatasi kegelisahan yang paling ampuh kita memasrahkan diri kita kepada Tuhan. Kita pasrahkan nasib kita sepenuhnya kepada Tuhan. Kita harus percaya bahwa Tuhanlah yang Maha Kuasa, Maha Pengasih, Maya Penyayang , dan Maha Pengampun.

D. Keterasingan
            Keterasingan berasal dari kata terasing dan kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti tersisihkan dari pergaulan , terpisahkan dari yang lain atau terpencil. Jadi kata keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan atau terpencil dari yang lainnya.
            Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan adalah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat atau kekurangan yang ada pada diri seseorang, sehingga ia tidak dapat atau sulit untuk menyesuaikan diri dalam masyarakat. Jika seseorang berbuat salah maka orang tersebut dapat membuat dirinya sendiri menjadi diasingkan dan karena itu ia bisa saja menjadi merasa gelisah.

E. Kesepian
            Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengan, sehingga kata kesepian  berarti merasa sunyi, tidak ada orang. Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena kesepian merupakan bagian hidup dari manusia. Lamanya kesepian itu tergantung kepada kasus yang menyebabkannya.
            Ada bermacam-macam penyebab terjadinya kesepian. Salah satunya adalah frustasi. Frustasi dapat menyebabkan kesepian. Ketika kondisi seperti itu orang tersebut tidak mau diganggu, ia lebih senang berada dalam kesepian, tidak suka bergaul atau dengan kata lain ia lebih senang hidup sendiri.

F. Ketidakpastian
            Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti yang artinya tidak menemu , tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidakpastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan. Itu semua adalah akibat dari pikiran yang tidak dapat berkonsentrasi. Karena tidak konsentrasi tersebut pikirannya menjadi kacau.      
            Sebab-sebab terjadinya kediakpastian adalah karena orang tersebut tidak dapat berpikir dengan pasti, seperti :
1. Obsesi à Gejala neurosa jiwa yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus, biasanya tentang hal-hal yang tidak menyenangkan
2. Phobia à Rasa ketakutan yang tak terkendali, tidak normal kepada sesuatu hal atau kejadian.
3. Kompulasi à Adanya keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan.
4. Histeria à Neurosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan.
5. Delusi à Menunjukkan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu.
6. Halusinasi à Khayalan yang terjadi tanpa rangsangan panca indera.
7. Keadaan emosi à Dalam keadaan tertentu seeorang sangat berpengaruh oleh emosinya.
            Usaha – usaha penyembuhan ketidakpastian dapat dilakukan apabila penyebabnya jelas dan semua kembali lagi kepada sipenderita , bagaimana kah kondisi mental si penderita dan berbagai kondisi lainnya. Dengan kata lain apabila penyebab sudah diketahui maka tidak menutup kemungkinan untuk dapat menyembuhkannya. Dan untuk membuat penderita menjadi sembuh total yang dapat melakukannya adalah masyarakat sekitarnya dan dirinya sendiri.

Manusia Dan Tanggung Jawab


Manusia Dan Tanggung Jawab

A. Pengertian Tanggung Jawab
            Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya, sehingga bertanggung jawab menurut Kamus umum Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung , memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
            Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja . Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
            Seseorang mau bertanggung jawab karena adanya kesadaran atau pengertian atas segala perbuatan dan akibat atas perbuatan yang dia lakukan dalam kehidupannya. Tanggung jawab itu bersifat kodrati yang artinya sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia dan bahwa setiap manusia pasti dibebani oleh tanggung jawab. Tanggung jawab bisa terjadi dari dua sisi yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain. Dari sisi si pembuat ia harus menyadari akibat dari perbuatannya itu dengan demikian ia sendiri pula yang harus memulihkan keadaannya agar menjadi lebih baik lagi. Dari sisi pihak lain, apabila si pembuat tidak mau bertanggung jawab, pihak lain akan memulihkan baik dengan cara individiual maupun dengan cara kemasyarakatan

B. Macam-macam Tanggung Jawab
            Manusia itu berjuang memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk itu ia menghadapi manusia lain dalam masyarakat atau menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan yaitu kekuasaan Tuhan. Atas dasar ini, lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab, yaitu:
(a) Tanggung Jawab terhadap Diri sendiri
            Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri. Karena merupakan seorang pribadi maka manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, dan angan-angan sendiri. Dalam hal ini manusia tidak luput dari kesalahan, kekeliruan, baik yang disengaja maupun tidak.
(b) Tanggung Jawab terhadap Keluarga
            Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.
(c) Tanggung Jawab terhadap Masyarakat
            Pada hakekatnya manusia adalah mahluk sosial yang artinya tidak dapat hidup sendiri dan selalu membutuhkan orang lain. Karena membutuhkan orang lain itu maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut.
(d) Tanggung Jawab kepada Bangsa / Negara
            Suatu kenyataan bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma yang dibuat oleh negara.
(e) Tanggung Jawab terhadap Tuhan
            Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab , melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama.

C. Pengabdian Dan Pengorbanan
            Wujud tanggung jawab dapat berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentungan manusia itu sendiri.
(a) Pengabdian
            Pengabdian adalah perbuatan baik berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.
(b) Pengorbanan
            Pengorbanan berasal dari kata korban yang berarti persembahan , sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.

Monday, May 7, 2012

Manusia Dan Pandangan Hidup


Manusia Dan Pandangan Hidup

A. Pengertian Pandangan Hidup
            Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup itu. Pandangan hidup artinya adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan , pedoman , arahan , petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
            Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam:
(A) Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
(B) Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut
(C) Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

B. Cita-cita
            Menurut Kamus umum Bahasa Indonesia, yang disebut cita-cita adalah keinginan harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang. Dengan kata lain cita-cita merupakan keinginan,harapan , dan tujuan manusia yang makin tinggi tingkatannya.
            Apabila cita-cita tersebut masih belum dapat dicapai atau tidak terpenuhi maka kondisi ini disebut dengan angan-angan. Disini persyaratan dan kemampuan tidak/belum dipenuhi sehingga usaha untuk mewujudkan cita-cita itu tidak mungkin dilakukan. Seseorang dapat menggapai cita-citanya berdasarkan tiga faktor yaitu faktor manusia , kondisi dan tingginya cita-cita.
Faktor manusia yang mau mencapai cita-cita ditentukan oleh kualitas manusianya. Ada yang memiliki kemauan dan ada yang tidak memiliki kemauan sama sekali untuk menggapai cita-citanya.
            Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapainya cita-cita, pada umumnya dapat disebut yang menguntungkan dan yang menghambat. Faktor yang menuntungkan merupakan kondisi yang memperlancar tercapainya suatu cita-cita sedangkan faktor yang menghambat merupakan faktor yang menghambat tercapainya suatu cita-cita.
            Faktor tingginya cita-cita  yang merupakan faktor ketiga dalam mencapai cita-cita. Semakin tinggi cita-citanya pastinya dibuutuhkan kemauan dan usaha yang extra untuk mencapainya.

C. Kebajikan
            Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Manusia berbuat baik karena menurut kodratnya manusia itu baik namun sekali lagi yang menjadikannya tidak baik adalah dari dirinya sendiri, memang pasti ada pengaruh dari luar / lingkungannya namun yang paling berpengaruh biasanya terdapat pada diri sendiri. Manusia dapat membedakan manakah yang baik dan buruk berdasarkan suara hati, oleh karena itulah  suara hati selalu memilih yang baik sehingga ia selalu mendesak orang untuk berbuat baik bagi dirinya.
            Jadi baik atau buruk itu dilihat menurut suara hati sendiri. Meskipun demikian harus dinilai dan diukur menurut suara atau pendapat umum. Disini tidak berarti bahwa pendapat umum atau kepentingan umum itu diatas segala-galanya, sehingga suara hati , pendapat atau kepentingan pribadi-pribadi dihiraukan begitu saja.
            Jadi kebajikan itu adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum Tuhan. Kebajikan berarti berkata sopan , santun , berbahasa baik, bertingkah laku baik, ramah tamah terhadap siapapun, berpakaian sopan agar tidak merangsang bagi yang melihatnya.

D. Usaha / Perjuangan
            Usaha / perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita . Setiap manusia harus kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha / perjuangan. Tanpa usaha / perjuangan manusia tidak dapat hidup sempurna. Apabila manusia memiliki suatu cita-cita maka ia harus kerja keras untuk menggapai cita-citanya itu.
            Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu aupun dengan tenaga / jasmani atau dengan keduanya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Sebaliknya pemalas membuat manusia itu menjadi miskin, melarat, dan berarti menjatuhkan harkat dan martabatnya sendiri. Karena itu tidak boleh bermalas-malasan, bersantai-santai dalam hidup ini.
E. Keyakinan / Kepercayaan
            Keyakinan / kepercayaan yang menjadi dasar hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof.Dr.Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat yaitu aliran naturalisme, aliran intelektualisme dan aliran gabungan.
a) Aliran Naturalisme
            Hidup manusia dikaitkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari alam, dan itu dari Tuhan.
b) Aliran Intelektualisme
           Dasar aliran ini adalah logika / akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir. Mana yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani.
c) Aliran Gabungan
            Aliran ini merupakan gabungan dari aliran naturalisme dan intelektualisme. Dasar aliran ini adalah kekuatan gaib dan juga akal. Jadi apa yang benar menurut logika berpikir juga dapat diterima oleh hati nurani.

F. Langkah-langkah Berpandangan Hidup yang Baik
            Manusia memiliki pandangan hidup yang berbeda baik itu terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain. Kita haru mempunyai langkah-langkah berpandangan hidup karena dengan adanya langkah-langkah itulah kita dapat memperlakukan pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Langkah-langkah tersebut sebagai berikut :
1) Mengenal
            Mengenal merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidup manusia. Dalam hal ini mengenal sudah menjadi kodrat bagi manusia.
2) Mengerti
            Tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti. Mengerti terhadap pandangan hidup memegang peranan penting . Karena dengan mengerti , ada kecenderungan mengikuti apa yang terdapat dalam pandangan hidup itu.
3) Menghayati
            Langkah selanjutnya adalah menghayati pandangan hidup. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambarang yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri.
4) Meyakini
            Setelah mengetahui kebenaran baik secara kemanusiaan maupun dari segi kemasyarakatan maka hendaknya kita meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu.
5) Mengabdi
            Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik  oleh dirinya lebih-lebih dari orang lain. Dengan mengabdi kita akan merasakan manfaatnya.
6) Mengamankan
            Proses mengamankan ini merupakan langkah terakhir. Tidak mungkin atau sedikit kemungkinan bila belum mendalami langkah sebelumnya lalu akan ada proses mengamankan ini. Langkah terakhir merupakan langkah yang paling berat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.

Manusia Dan Keadilan


Manusia Dan Keadilan

A. Pengertian Keadilan
            Keadilan menurut Aristoteles adala kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara ke dua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem itu menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama maka masing-masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelanggaran terhadap proporsi tersebut berarti ketidak adilan.
            Keadilan menurut Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri, dan perasaannya dikendalikan oleh akal.
            Sedangkan menurut pendapat Socrates keadilan diproyeksikan terhadap keadilan yang terjadi pada pemerintah. Menurutnya keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.
            Namun menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban, atau dengan kata lain keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

B. Keadilan Sosial
            Keadilan seperti yang kita ketahui, terdapat pada Pancasila yaitu sila yang ke empat yang berbunyi : “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Untuk mewujudkan keadilan sosial itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni :
1. Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2. Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
3. Sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan
4. Sikap suka bekerja keras.
5. Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.

C. Berbagai Macam Keadilan
1. Keadilan Legal atau Keadilan Moral
            Plato berpendapan bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya. Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutnya keadilan legal.
2. Keadilan Distributif
            Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama ( justice is done when equals are treated equally).
3. Keadilan Komutatif
            Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.

D. Kejujuran
            Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedangkan kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang yang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat. Seseorang yang tidak menepati niatnya berarti mendustai dirinya sendiri.

E. Kecurangan
            Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur dan sama pula dengan licik meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya, atau orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan usaha. Kecurangan dapat menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak , ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita.

F. Pemulihan Nama Baik
            Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang / tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya.
            Penjagaan nama baik itu erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan nama baik atau tidak baik itu adalah tingkah laku atau perbuatannya. Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia , yaitu :
a) Manusia menurut sifat dasarnya adalah mahluk moral.
b) Ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi manusia unutk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral tersebut.

G. Pembalasan
            Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain , reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan menumbulkan balasan yang tidak bersahabat.
            Pada dasarnya manusia merupakan mahluk moral dan mahluk sosial. Dlaam bergaul, manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya.
            Oleh karena itu setiap manusia tidak mengkehendaki hak dan kewajibannya dilanggar, maka manusia berusaha untuk mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.

Thursday, April 26, 2012

Manusia Dan Penderitaan


Manusia Dan Penderitaan

A. Pengertian Penderitaan
            Penderitaan berasal dari kata derita . Kata derita berasal dari bahasa sansekerta ‘dhra’ yang artinya menagan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin atau lahir batin.
            Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat ada yang berat ada juga yang ringan. Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan risiko hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan diri mereka dari Tuhan. Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan manusa. Bagaimana manusia menghadapi penderitaan dalam hidupnya? Penderitaan fisik dapat diatasi secara medis, namun apabila penderitaan psikis yang dihadapi, penyembuhannya hanya terletak pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya.

B. Siksaan
            Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan (jasmani) maupun siksaan jiwa (rohani). Akibat siksaan yang dihadapinya maka timbulan penderitaan. Didalam kitab suci diterangkan jenis dan ancaman siksaan yang dialami manusia di akhirat nanti, yaitu siksaan bagi orang-orang jahat, sirik, dengki , memfitnah, mencuri, makan harta orang lain, dan sebagainya
            Siksaan yang sifatnya psikis misalnya sebagai berikut :
            Kebimbangan dialami seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil.
            Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau juwanya , walaupun ia dalam lingkungan orang yang ramai.
            Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia.

C. Kekalutan Mental
            Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
            Gejala-gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
a.    Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
b.    Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah:
a.    Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohaninya.
b.    Usaha untuk mempertahankan diri secara negatif.
c.    Kekalutan merupakan titik patah dan yang bersangkutan mengalami gangguan

D. Penderitaan dan Perjuangan
            Setiap manusia pasti pernah mengalami penderitaan namun itu terserah kepada manusia sendiri untuk mengurangi penderitaan yang dialaminya, maka mereka harus berjuang untuk dapat mengurangi beratnya penderitaan yang mereka alami. Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup dalam lingkungan, masyarakat sekitar , dengan waspada dan disertai dengan berdoa kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya dan malapetaka.

E. Penderitaan dan Sebab-sebabnya
            Penderitaan tersebut tidak muncul dengan sendirinya, melainkan ada beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya suatu penderitaan seperti:
a.    Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
àPenderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.
b.    Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan.
à Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / aza Tuhan. Namun kesabaran dan optimisme dapat merupakan usaha untuk mengatasi penderitaan itu.

F. Pengaruh Penderitaan
            Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya, Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia , sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap positif yaitu sikap yang optimis mengatasi penderitaan hidup , bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti.

Manusia Dan Keindahan


Manusia Dan Keindahan

A.Keindahan
            Kata keindahan berasal dari kata indah yang artinya bagus, permai, cantik , elok , molek, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah adalah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia , rumah , tatanan, perbaot rumah tangga, suara, warna dan sebagainya. Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan dan kebenaran mempunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah.

a .Apakah keindahan itu?
            Keindahan itu suatu konsep yang abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud suatu karya. Didalam keindahan terbagi beberapa pengertian ,yakni:
a    .     Keindahan dalam arti luas
b    .    Keindahan dalam arti estetis murni
c    .    Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan.
Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Jadi pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi :
-           -    Keindahan seni
-           -    Keindahan alam
-           -    Keindahan moral
-           -    Keindahan intelektual
Keindahan dalam arti estetis murni menyangkut pengalaman estetis seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang diserapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna.

b. Nilai Estetik
            Nilai ini ada yang membedakannya antara nilai subyektif dan nilai obyektif atau ada yang membedakan nilai perseorangan dan nilai kemasyarakatan. Tetapi penggolongan yang penting adalah nilai ekstrinsik dan nilai instrinsik
            Nilai ekstrensik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan atau sebagai suatu tujuan ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.

c. Kontemplasi dan Ekstansi
            Keindahan dapat dinikmati menurut selera seni dan selera biasa. Keindahan yang didasarkan pada selera seni didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi. Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kedua dasar ini dihubungkan dengan bentuk di luar diri manusia , maka akan terjadi penilaian bahwa sesuatu itu indah. Apabila kedua dasar itu dihubungkan dengan kreativitas maka Kontemplasi itu sebagai faktor pendorong untuk menciptakan keindahan sedangkan ekstansi itu merupakan faktor pendorong untuk merasakan , menikmati keindahan.

d. Apa sebab manusia menciptakan keindahan?
            Keindahan itu pada dasarnya muncul secara alamiah. Alam ciptaan Tuhan , itu berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah artinya wajar, tidak berlebihan tidak pula kurang. Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan . Tujuannya tentu saja dilihat dari segi nilai kehidupan manusia, martabat manusia, kegunaan bagi manusia secara kodrati.

B. Renungan
            Renungan berasal dari kata renung yang artinya diam-diam namun memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam(sangat serius). Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori itu adalah :
a.    Teori pengungkapan à “Art is an expression of human feeling” (Seni adalah pengungkapan dari perasaan manusia).
b.    Teori Metafisik à Teori dari para filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta.
c.    Teori Psikologis à Teori penandaan yang memandang seni sebagai suatu lambang atau tanda dari perasaan manusia.

C. Keserasian
            Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata rasi yang artinya cocok , tepat. Kata cocok dan tepat itu mengandung unsur perpaduan , pertentangan, ukuran dan seimbang. Karena dari perpaduan pertentangan dapat menghasilkan suatu keserasian. Oleh karena itu dalam keindahan ini, sebagian ahli menjelaskan bahwa keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kualitas atau pokok tertentu yang terdapat pada sesuatu hal. Menurut Filsuf Inggris Herbert Read merumuskan definisi , bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat di antara pencerapan-pencerapan inderawi kita.

Monday, April 9, 2012

Manusia Dan Cinta Kasih


MANUSIA DAN CINTA KASIH

A. Pengertian Cinta Kasih
            Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
            Cinta memiliki tiga tingkatan – tingkatan yaitu :
- Cinta tingkat tinggi à Cinta kepada Tuhan.
- Cinta tingkat menengah à Cinta kepada orang tua, anak , saudara, suami/istri dan       kerabat
- Cinta tingkat rendah à Cinta yang mengutamakan cinta keluarga , kerabat , harta dan tempat tinggal.
Cinta tingkat terendah adalah cinta yang paling keji, hina dan merusak rasa kemanusiaan.
            Hikmah cinta adalah sangat besar. Hanya orang yang telah diberi pemahaman dan kecerdasan oleh Tuhan sajalah yang mampu merenungkannya.

B. Cinta Menurut Ajaran Agama
            Dalam kenyataan hidup manusia ada yang berpendapat bahwa etika cinta dapat dipahami dengan mudah tanpa dikaitkan dengan agama namun di lain pihak praktek kehidupan cinta sebagai dasar kehidupan jauh dari kenyataan. Dalam kehidupan manusia cinta menampakkan diri dalam berbagai bentuk seperti:
- Cinta diri à Cinta diri sangat erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup , mengembangkan potensi dirinya dan meaktualisasikan diri.
- Cinta kepada sesama manusia à Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, tidak boleh hanya termakan oleh ego akan dirinya sendiri. Dan juga harus bisa menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang kepada orang-orang lain.
- Cinta seksual à Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual, karena hal itu lah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang , keserasian dan kerjasama antar suami dan istri.
- Cinta kebapakan à Cinta ini lebih berpengaruh terhadap dorongan psikis dari seorang ayah kepada anak-anaknya.
- Cinta kepada Allah à Puncak cinta manusia yang paling jernih dan bersifat spiritual.
- Cinta kepada Rasul à Cinta yang berada di urutan kedua setelah Cinta kepada Allah

C. Kasih Sayang
            Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa indonesia adalah perasaan sayang , perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Dalam kehidupan berumah tangga, kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang juga merupakan pertumbuhan dari cinta. Adanya kasih sayang dapat mempengaruhi kehidupan seorang anak dalam masyarakat. Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya vermacam-macam demikian pula sebaliknya. Dari cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan :
1. Orang tua bersifat aktif , si anak bersifat pasif à Dalam hal ini orang tua sudah aktif dalam memberikan kasih sayangnya berupa moral maupun materiil namun anak hanya menerima dan tidak merespon, sehingga anak menjadi takut akan masyarakat luar.
2. Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif à Dalam hal ini anak sudah sangat aktif memberikan kasih sayang kepada orang tuanya namun orang tua tidak menanggapinya.
3. Orang tua bersifat pasif , si anak bersifat pasif à Dalam hal ini jelas bahwa mereka tidak memperdulikan orang lain.
4. Orang tua bersifat aktif , si anak bersifat aktif à Dalam hal ini kedua belah pihak memberikan kasih sayang sehingga muncullah timbal balik antara hubungan orang tua dengan anak.

D. Kemesraan
            Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Kemesraan juga dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta.

E. Pemujaan
            Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dengan cara komunikasi ritual atau yang biasa disebut yaitu beribadah. Kecintaan manusia akan Tuhan tidak dapat dipisahkan sejak dari awal. Karena Tuhan adalah pencipta alam semesta ini.

F. Belas Kasihan
            Dalam surat Yohanes dijelaskan ada tiga macam cinta , yaitu cinta Agape, Philia , Amor/Eros. Cinta Agape adalah cinta manusia kepada Tuhan. Cinta Philia adalah cinta kepada orang tua dan saudara. Cinta Amor / Eros adalah cinta antara pria dan wanita. Beda antara cinta eros dan amor karena pada cinta eros sudah kodratnya sebagai laki-laki dan perempuan . Sedangkan pada cinta amor karena unsur-unsur yang sulit dinanar, misalnya gadis cantik yang mencintai dan mau dinikahi seorang pemuda yang kerdil.

G. Cinta Kasih Erotis
            Cinta kasih erotis adalah kehausan akan penyatuan yang sempurna , akan penyatuan dengan seseorang lainnya. Pertama-tama cinta kasih erotis kerap kali dicampurbaurkan dengan pengalaman yang elsplosif berupa jatuh cinta. Keinginan seksual menuju penyatuan diri , sekali-kali bukan merupakan nafsu fisis belaka untuk meredakan ketegangan yang menyakitkan. Keinginan seksual dapat distimuli, dirangsang oleh ketakutan karena sepi, oleh keinginan untuk menaklukan atau ditaklukan, oleh keangkuhan, oleh keinginan untuk menyakiti, bahkan oleh keinginan untuk memusnahkan.
            Cinta kasih erotis apabila ia benar-benar cinta kasih, mempunyai satu pendirian , yaitu bahwa seseorang sungguh-sungguh mencintai dan mengasihi jiwanya yang sedalam-dalamnya dan menerima pribadi orang lain dengan jiwanya yang sedalam-dalamnya. Karena pada awalnya semua makhluk manusia itu identik, kita semua merupakan satu kesatuan.
Bleach - Kurosaki Ichigo's Sword Zangetsu